Selasa, 24 Mei 2016

essay



Hambatan Berwirausaha

Berwirausaha atau bisa disebut juga dengan entrepreneurship adalah suatu aktivitas untuk menciptakan sesuatu yang baru baik itu dilakukan oleh individu maupun kelompok dalam membuat suatu usaha. Sedangkan menurut pengertian beberapa ahli, salah satunya yaitu menurut Hisrich et al (2008) memberikan definisi yang telah mengakomodir semua tipe perilaku entrepreneurship sebagai ” proses menciptakan sesuatu yang baru, yang benilai, dengan memanfaatkan usaha dan waktu yang diperlukan, dengan memperhatikan risiko sosial, fisik, dan keuangan, dan menerima imbalan dalam bentuk uang dan kepuasan personal serta independensi”. Entrepreneurship memiliki dampak yang positif bagi suatu perekonomian dan juga masyarakat. Yaitu dengan adanya entrepreneurship dapat menghasilkan produk-produk baru juga teknologi baru yang lebih unggul dari yang sebelumnya.
 Sehingga dengan demikian, dapat menciptakan adanya lapangan pekerjaan baru terutama untuk membantu dalam upaya mengurangi tingkat pengangguran di negeri ini. Karena sebagaimana kita ketahui, banyaknya jumlah penduduk di Indonesia yang mencapai lebih dari dua juta jiwa tidaklah sebanding dengan keberadaan lapangan pekerjaan yang ada, yang jumlahnya bisa dikatakan sangat minim. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia tiap tahunnya. Selain itu, rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas dan rendahnya kemampuan ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan juga menjadi penyebabnya. Selain itu, entrepreneurship juga berperan dalam menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan pasar, menciptakan bisnis baru dan membawa produk baru tersebut ke pasar. Sehingga dengan hal ini entrepreneurship dapat membantu dalam perbaikan ekonomi suatu negara, karena ia tidak mencari lapangan pekerjaan, namun ia menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat menyerap beberapa tenaga kerja dalam menjalankan usahanya.
Namun, untuk menjadi seorang entrepreneur yang sukses bukanlah suatu hal yang mudah.  Diperlukan adanya komitmen yang tinggi, detereminasi dan keulatan hati, motivasi yang kuat untuk maju dan berprestasi, berorientasi pada kesempatan dan tujuan yang nyata serta keberanian dalam menjalankan bisnis dan toleransi dengan kegagalan yang akan terjadi. Karena apa yang dilakukannya merupakan suatu hal yang sangat beresiko. Pada awal merintis usahanya ia haruslah siap dengan segala kemungkinan yang nantinya akan terjadi. Misalnya saja, ia haruslah siap bila dalam menjalankan bisnisnya tiba-tiba investor yang menanamkan modal di perusahaannya mengambil kembali investasinya yang akhirnya hal tersebut dapat membuatnya kehilangan usahanya atau menghambat kemajuan usahanya. Menjadi entrepreneur yang sukses dibutuhkan kerja keras yang maksimal dan dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk mencapai kesuksesan tersebut. Ia juga mempunyai tanggung jawab besar dan penuh terhadap usaha yang dijalankannya serta pengambilan keputusan yang tepat dalam berbagai kondisi sangat menetukan keberhasilan usahanya juga. Karena ketidak pastian pendapatan yang didapat dalam entrepreneurship juga dapat mempengaruhi psikologi dari wirausahawan itu sendiri.
Maka dari itu, untuk menjadi entrepreneur yang sukses diperlukan pengetahuan manajemen yang baik dalam pengelolaannya. Langkah ini dapat dimulai dari diri kita sendiri. Terutama sebagai mahasiswa, seharusnya dapat memanage diri dan menciptakan peluang dalam berbagai kesempatan untuk menciptakan suatu hal yang baru melalui berwiusaha. Namun sayangnya, jika melihat pada kenyataan yang ada di lapangan bahwa ternyata mayoritas dari kalangan mahasiswa atau orang-orang berintelektual lebih memilih untuk melibatkan diri dan terjun menjadi karyawan atau pegawai tinggi di berbagai perusahaan atau kantor-kantor  besar dan ternama. Karena mereka memandang hal tersebut sesuai dengan keahlian mereka dan melaui hal itu, mereka bisa mendapatkan kedudukan yang pantas dan tinggi serta pendapatan yang pasti dan lebih besar.
Sebenarnya untuk menjadi entrepreneur yang berhasil tidak hanya hal tersebut yang diperlukan. Namun, yang menjadi faktor pentingnya adalah adanya kemauan yang keras untuk mencoba dan keberanian. Gambaran dari para kaum intelektual tadi,  bisa saja karena mereka tidak mempunyai keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru yaitu berwirauasaha, karena resiko yang didapat untuk menjadi entrepreneur cukup tinggi apalagi dengan modal yang yang terbatas yang dapat membuatnya tidak dapat meraih sukses serta ketidak siapan diri dalam kegagalan yang ditimbulkan nantinya.
Oleh karena itu, marilah kita turut berpartisipasi dan berinovasi dalam membangun dan menyukseskan perekonomian negeri ini, dengan berwirausaha yaitu wirausaha yang sukses, berani, kerja keras dan berintelektual. Sehingga kita tidak hanya mennyukseskan diri sendiri namun juga membantu dan memnyukseskan orang lain. Dengan memanfaatkan peluang yang ada, maka kita dapat membuat sesuatu yang berbeda dan bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang banyak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar